IMPLEMENTASI NILAI-NILAI CATUR WARNA PADA PENDIDIKAN HINDU: KAJIAN PENDIDIKAN INFORMAL

  • Sukirno Hadi Raharjo Universitas Terbuka

Abstrak

Dalam kehidupan yang modern ini, peranan Orang tua dituntut dapat memberikan pendidikan dan pemahaman tentang nilai-nilai agama Hindu, sehingga diharapkan mampu memberikan penguatan pendidikan karakter yang berbudi luhur serta meningkatkan prestasi belajar anak secara tidak langsung. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana nilai-nilai Catur warna sudah diimplementasikan oleh Orang tua di dalam mendidik putra-putri di rumah sehingga Anak-anaknya tumbuh menjadi suputra. Catur warna berarti empat pilihan hidup atau empat pembagian dalam kehidupan berdasarkan atas bakat (guna) dan ketrampilan (karma) seseorang, serta kualitas kerja yang dimiliki sebagai akibat pendidikan, pengembangan bakat yang tumbuh dari dalam dirinya dan ditopang oleh ketangguhan mentalnya dalam menghadapi suatu pekerjaan. Empat golongan yang kemudian terkenal dengan istilah Catur warna itu ialah: Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana metode ini akan memberikan gambaran secara utuh dan kompleks tentang data dan fakta yang diperoleh. Pendidikan informal dalam hal ini adalah gambaran antara orang tua dan anak dalam mengimplemenatsikan nilai-nilai Catuwarna dalam keluarga.. Implentasikan nilai-nilai Catur Warna pada pada pendidikan informal ditemukan dalam penelitian ini ada dua yaitu pemahaman orang tua pada nilai-nilai Caturwarna dan implementasi nilai-nilai Caturwarna artinya orang tua harus memahami konteks Caturwarna yang kemudian diimplementasikan dalam memberikan pendidikan pada anak-anaknya dalam menguatkan karakter anak yang berbudiluhur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Diantari, N. N. (2017). Peran Orang Tua Dalam Menananmkan Nilai-Nilai Pendidikan etika Hindu Di Desa Pakraman Tanggahan. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 1(2), 56–62.
Edung, T. (2019). Menelaah Pembagian Profesi Catur Warna ditinjau dari Implementasi Ajaran Catur Asrama. Dharma Duta, 17(1). https://doi.org/10.33363/dd.v17i1.310
Hardani, H., Medica, P., Husada, F., Andriani, H., Sukmana, D. J., & Mada, U. G. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (Issue March).
Putro dkk, 2020. (2020). Pola interaksi anak dan orangtua selama kebijakan pembelajaran di rumah. 1(1).
Surpa, W. (2016). Peranan Orang Tua Sebagai Pengembang Pendidikan Agama Hindu Dalam Keluarga.
Syahril, I. (2020). Kebijakan Pemerintah untuk Mengatasi Ketimpangan Praktik Belajar Murid dalam Kegiatan Belajar dari Rumah.
Sidi Astawa, I.N. (2018). Pola Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Hindu
Widana, Gusti Ketut dan Sukma, I Gede Widya. 2021. Perubahan Sistem Warna Menjadi Wangsa, Labeling Kasta Pada Masyarakat BalI.
Netra, A.Agung Oka. 2009. Tuntunan Dasar Agama Hindu. Widya Dharma .Denpasar
Prasad, Ramananda. 2010. Intisari Bhagavadgita (untuk Siswa dan Pemula). Media Hindu.Jakarta
Pudja, Gede., Tjokorda Rai Sudharta. 2002. Manawa Dharma Śāstra, Compendium Hukum Hindu. Pelita Nursatama Lestari .Jakarta
Pudja. G. 2010. Bhagavadgita (Pancama Weda). Surabaya: Paramitha.
Sudarsana, I. K. 2018. IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INFORMAL HINDU DALAM MENJAGA POLA KOMUNIKASI REMAJA PADA PERGAULAN SEHARI-HARI. Jurnal Komunikasi, 12(1), 40–50. https://doi.org/10.21107/ilkom.v12i1.3714

Widana, I. G. K., & Suksma, I. G. W. (2021). PERUBAHAN SISTEM WARNA MENJADI WANGSA, LABELING KASTA PADA MASYARAKAT BALI. 3.
Diterbitkan
2023-04-29
How to Cite
Raharjo, S. (2023). IMPLEMENTASI NILAI-NILAI CATUR WARNA PADA PENDIDIKAN HINDU: KAJIAN PENDIDIKAN INFORMAL. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama Dan Budaya Hindu, 14(1), 23-37. https://doi.org/10.33363/ba.v14i1.963